Senin, 14 Mei 2012

Untitled


Pernahkah kau merasa seperti yang kurasa? Tiba-tiba pikiranmu terhenyak memikirkan untuk apa hidup ini sebenarnya. Atau punyakah kau tujuan hidup? Mungkin tak semua orang pernah memikirkan hal itu, bahkan menganggap tak ada yang dapat dipermasalahkan dari pertanyaan itu.

Suatu ketika, aku tak terlalu ingat dengan hari itu, jujur hatiku sangat gelisah. Pikiranku tergelitik dengan satu pertanyaan yang datang dengan tiba2. Hidupku di dunia ini sudah 18 th lamanya. Aku pun sekarang sudah berada di suatu tempat yang mungkin banyak orang menginginkannya, tapi tak seberuntung aku. Status pun sudah menempel di diriku. Ya, aku seorang mahasiswa, mahasiswa dari sebuah insitusi ternama di negeri ini, Institut Teknologi Bandung. Kata itu mungkin terdengar tak familiar di kalangan orang-orang yang kurang mengerti dengan hiruk pikuk pendidikan di negeri ini. Namun lain halnya dengan para pelaku pendidikan atau orang-orang yang hanya mengamatinya saja dari kejauhan. Sekilas hal itu mungkin hanyalah suatu berkah untukku. Tapi tahukah kau, bahwa ternyata kenyataan itu tak cukup hanya sebagai suatu berkah atau anugerah saja dari Yang Kuasa. Beberapa embel-embel pun akhirnya muncul dan kusadari belakangan ini. Aku teringat dan kutemukan sebuah kata yang aku rasa memiliki makna yang besar dan mendalam, sebuah tanggung jawab. Tanggung jawab serupa apa? Aku yakin, tanggung jawab itu sangat agung dan tiada tara. Mungkin sedikit berlebihan nampaknya dengan kata itu, tapi entahlah aku tak sedikitpun ragu dengan hal itu. Tanggung jawab dengan level yang tinggi akan muncul dari sebuah kenyataan itu. Berada di suatu tempat yang besar secara nama dan bukan main-main, bahwa itu dalam suatu kalangan bangsa, maka akan muncul suatu “tekanan” dari sisi manapun, dari dalam diri ataupun dari sisi eksternal. Entah kata apa yang tepat untuk menggambarkan perasaan ini, yang jelas untuk saat ini aku merasakan hal semacam itu. Ketika kau ditekan agar bisa melakukan ini itu, ketika kau ditekan agar bisa menjadi seorang ahli dalam bidang tertentu, tekanan untuk membuatmu dapat melakukan segala hal, terkadang sesaat akan mengenyahkan semua pikirmu dan muncullah suatu tanya, apa tujuan hidupmu sebenarnya? Jujur, seringkali kuabaikan pertanyaan itu dalam benakku karena nyatanya aku belum mengerti dan aku pun belum mendapatkan jawaban apa yang tepat untuk melengkapi tanya itu. Kosong dan hening, mungkin tak hanya dalam pikiranku tapi juga dalam hatiku. Tak boleh kuhindari, tak boleh aku lari dari segala kenyataan ini. Aku menanggung sebuah tanggung jawab besar, tanggung jawab yang kurasa tak hanya kepada diriku sendiri, keluarga dekat, teman-teman, sahabat, tapi bahkan kepada masyarakat negeri ini. Tak bisa dipungkiri, ada sebagian uang mereka yang telah membuatku bisa bertahan untuk tetap bersekolah dan mendapat pendidikan di tempat mahal itu. Keringat dan jerih payah mereka harus kubalas dengan apapun yang bisa kulakukan, sesuatu yang akan mengangkat bangsa ini dari segala keterpurukannya, segala kelemahannya. Tanggung jawab itu memang untukku, untuk semua generasi penerus bangsa ini. Munculnya tanggung jawab itu, teriring pula dengan tujuan hidupku. Apa yang kucari sebenarnya? Sebuah kekayaan atau kejayaan yang aku dapat dari gelar atau title-title yang akan menempel di belakang namaku? Ataukah tujuan mulia, yang mungkin umum didengar orang tapi entahlah dalam implementasinya. Terpikir olehku, aku ingin mendedikasikan hidupku untuk bangsa dan tanah air. Naif memang kedengarannya. Namun kuakui tujuan itu memang mulia bukan? Aku yakin, Tuhan pasti akan membimbingku dalam mencapai salah satu tujuan hidupku itu.