Sedikit mengulas mengenai stress yang seringkali kita alami, sebagai manusia yang selalu berpikir, dalam hal ini lebih ditekankan pada remaja.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
A. Stres
1.
Pengertian
Stres merupakan suatu kondisi atau
keadaan tubuh yang terganggu karena tekanan psikologis yang dapat mempengaruhi
keadaan fisik seseorang. Selain itu, stres dapat pula diartikan dengan suatu
kekuatan yang memaksa seseorang untuk berubah, bertumbuh, berjuang, beradaptasi
atau mendapatkan keuntungan. Kedua pernyataan tersebut merupakan sebagian kecil dari sekian banyak definisi
mengenai stres. Banyak para ahli mengemukakan tentang definisi stres, salah
satunya adalah Dr. Hans Selye yang mengemukakan bahwa stres adalah respons umum
terhadap adanya tuntutan pada tubuh. Selain Dr. Hans Selye, adapula Richard S
Lazarus yang menyatakan stres sebagai kondisi yang dialami bila seseorang sadar
bahwa dirinya dituntut untuk bertindak melebihi sumber daya personal dan sosial
yang dimilikinya.
Biasanya stres dikaitkan dengan penyakit
kejiwaan. Namun adakalanya stres dapat dikaitkan dengan penyakit fisik. Banyak
buku-buku kedokteran menyatakan bahwa hampir 50-70 % penyakit fisik disebabkan
oleh stres atau tekanan. Hal tersebut dapat terjadi akibat dari penyakit
kejiwaan yang dapat menyerang fisik apabila daya tahan tubuh penderita dalam
keadaan lemah.
Manusia haruslah menganggap bahwa stres
adalah suatu tantangan dalam hidup yang memanglah harus dilalui. Tanpa adanya
stres, manusia takkan hidup dengan normal. Dengan munculnya stres, manusia
harus bergerak untuk melawan stres.
Siapapun dapat mengalami stres, baik
orang dewasa, remaja, maupun anak-anak sekalipun. Orang dewasa dapat mengalami
stres ketika ia mendapatkan suatu masalah atau perubahan hidup, baik bersifat
positif maupun negatif yang dapat menekan jiwa dan pikirannya. Remaja dapat
pula mengalami stres ketika ia dihadapkan dengan suatu keadaan dimana terjadi
perbedaan antara apa yang ada di dalam dirinya, baik dalam hati ataupun
pikirannya terhadap kenyataan yang terjadi dalam kehidupan yang baru
dikenalnya. Selain remaja maupun orang dewasa, anak-anak pun dapat mengalami
stres. Mereka dapat mengalami stres ketika berada dalam kondisi atau keadaan
yang memaksanya harus melakukan sesuatu.
Berdasarkan berbagai pernyataan di atas,
dapat disimpulkan bahwa pengertian stres adalah suatu bentuk respon dari dalam
diri seseorang terhadap suatu keadaan yang menekan, baik jiwa maupun pikiran
yang dapat dijadikan sebagai suatu kekuatan untuk berubah dan berjuang.
2.
Macam stres
Secara
umum, stres diklasifikasikan menjadi 2 macam, yakni disstress (stres negatif) dan eustress
(stres positif).
a.
Disstress
(Stres negatif)
Disstres
merupakan stres yang menciptakan pengaruh yang buruk atau negatif terhadap
penderita stres. Contoh dari pengaruhnya adalah seseorang dapat merasakan suatu
perasaan cemas, khawatir, menderita suatu penyakit fisik, atau hal negatif
lainnya.
b.
Eustress
(Stres positif)
Umumnya
stres diketahui pasti bersifat negatif. Namun, setelah Dr. Hans Selye melakukan
penelitian panjangnya, ia mengungkapkan bahwa ternyata stres pun ada yang
bersifat positif. Eustress merupakan
stres yang menciptakan pengaruh yang baik atau positif terhadap penderita
stres. Hal ini berarti, sang penderita mampu mengalihkan stresnya ke hal-hal
yang bermanfaat, contohnya stres tersebut dapat menjadikan seseorang berpikir
atau bertindak kreatif, memiliki sikap kewaspadaan, memiliki pengalaman dapat
menyelesaikan/menghadapi suatu masalah atau kondisi yang serupa, dan lain
sebagainya.
B.
Sumber stres
Stres
tak mungkin muncul begitu saja tanpa adanya penyebab. Hal-hal yang menjadi
penyebab atau sumber dari munculnya stres disebut sebagai stressor. Banyak hal-hal yang ada di sekitar kita, bahkan yang ada
dalam diri kita yang dapat menjadi sumber dari munculnya stres. Untuk lebih
jelasnya, penulis memisahkan antara penyebab munculnya stres secara global dan
penyebab munculnya stres pada remaja khususnya.
1.
Secara global
Yang
menjadi sumber utama stres yaitu lingkungan, badan, dan pikiran. Faktor
lingkungan dapat diperluas menjadi faktor lingkungan fisik dan lingkungan
sosial. Faktor lingkungan fisik yang dapat menjadi sumber stres, misalnya suhu,
cahaya, polusi, udara, dan kepadatan. Contohnya adalah seseorang yang terbiasa
tinggal di lingkungan pedesaan dengan udara yang bersih dan sedikit polusi
harus merasakan tinggal dalam lingkungan perkotaan dengan udara yang tak lepas
dari banyak polusi. Kemungkinan besarnya, orang tersebut akan mengalami stres
diakibatkan lingkungan fisik yang tak biasa ditemuinya. Selain lingkungan fisik,
adapula lingkungan sosial. Lingkungan sosial yang dapat menjadi sumber stres
meliputi individual dan kelompok. Contoh sumber stres yang berupa individual
adalah konflik peran dan tanggung jawab. Sedangkan contoh sumber stres yang
berupa kelompok adalah hubungan dengan keluarga, teman, dll.
Sumber
stres lainnya adalah badan. Faktor tersebut diartikan bahwa stres dapat muncul
akibat adanya suatu tuntutan dalam tubuh untuk menyesuaikan diri dengan adanya
perubahan dalam diri tersebut. Bentuk respon terhadap stres pada setiap orang
berbeda-beda. Respon terhadap stres dimulai dan dikontrol oleh sistem saraf
pusat (terdapat di otak dan sumsum tulang belakang) kemudian otak memberikan
sinyal kepada kelenjar adrenal untuk mengeluarkan hormon adrenalin (ephinephrine
dan norephinephrine) yang akan menimbulkan reaksi menyerah dan berjuang untuk
menghadapi stres.
Selain
faktor lingkungan dan badan, adapula faktor pikiran yang dapat menyebabkan
stres. Seringkali orang menggunakan pikirannya untuk menafsirkan atau menganggap
sesuatu bersifat negatif. Pikiran seperti inilah yang sering mengundang
datangnya stres.
2.
Secara khusus pada remaja
Begitu mudah stres muncul pada diri seorang remaja.
Remaja masih begitu labil sehingga hal inilah yang memicu munculnya stres pada
diri remaja dengan mudah.
Penyebab munculnya stres pada remaja umumnya sama
dengan penyebab munculnya stres secara global. Namun, lebih spesifiknya, sumber
stres pada remaja seringkali disebabkan oleh faktor lingkungan sosial
(individual dan kelompok), badan, maupun pikiran. Jarang ditemukan stres pada
diri remaja disebabkan oleh faktor lingkungan fisik.
Faktor lingkungan sosial menjadi salah satu faktor
penyebab munculnya stres pada remaja. Seperti yang telah dijelaskan pada sumber
stres secara global, faktor lingkungan sosial dibedakan menjadi individual dan
kelompok. Contoh dari faktor lingkungan sosial yang berupa individual adalah
ketika seorang remaja dibebani sebuah tanggung jawab yang dirasa begitu sulit
dilakukannya, maka tak jarang ia akan mengalami tekanan dalam dirinya yang juga
disebut dengan stres. Sebenarnya masalah tersebut dikembalikan kepada individu
masing-masing, tergantung bagaimana cara seseorang memandang masalah tersebut.
Hal tersebut tidak akan menjadi sebuah tekanan apabila individu tersebut tidak
memandangnya sebagai suatu tekanan. Begitulah maksud contoh penyebab stres pada
remaja dari faktor individual.
Selain
individual, ada pula perluasan faktor lingkungan sosial yang berupa kelompok.
Contohnya dari faktor tersebut adalah seorang remaja yang harus menghadapi
suatu masalah yang terjadi dalam hubungan keluarga, seperti terjadi perceraian
di antara kedua orang tua remaja. Masalah tersebut dapat menimbulkan stres pada
diri seorang remaja. Selain dalam hubungan keluarga, dapat pula terjadi dalam
hubungan dengan kelompok lain, kelompok teman misalnya. Seorang remaja yang
memiliki konflik dengan temannya juga dapat memicu munculnya stres.
Seperti
yang telah disebutkan bahwa seorang remaja begitu mudah terkena stres.
Penyebabnya adalah kondisi dari remaja itu sendiri yang masih labil. Dalam hal
ini, seorang remaja mengalami fluktuasi hormon dan proses menuju kedewasaan.
Usia remaja merupakan usia peralihan dari massa kanak-kanak menuju dewasa. Hal
tersebut menyebabkan banyak sekali perubahan dalam diri remaja, khususnya emosi
dari remaja tersebut.
Sikap-sikap
atau emosi yang biasanya terdapat dalam diri seorang remaja antara lain merasa
ingin menang sendiri (egois), menganggap bahwa dirinya adalah orang yang paling
benar, mudah marah dan lain sebagainya. Sikap-sikap itulah yang dapat
menjadikan stres mudah dialami oleh remaja dari segi emosional.
C.
Pengaruh Stres pada Remaja
Pengaruh
dari seringnya mengalami stres akan berakibat buruk pada otak,
ketidakseimbangan kimiawi. Stres juga akan berpengaruh pada kefokusan, memori,
dan konsentrasi. Hal tersebut misalnya terjadi pada seorang pelajar yang
seringkali mengalami stres, maka konsentrasinya akan terganggu khususnya dalam
menerima pelajaran di sekolah. Ia takkan fokus pada pelajaran yang diberikan
oleh gurunya sehingga hal itu akan mengganggu prestasinya di sekolah.
Selain
itu, stres juga dapat berpengaruh terhadap pribadi seorang penderita stres,
baik pengaruh negatif maupun positif. Bentuk pengaruh stres sebenarnya
ditentukan oleh seseorang yang mengalami stres tersebut. Seseorang yang
cenderung mudah menyerah dalam mengahadapi masalah akan menimbulkan pengaruh
yang buruk (negatif) dari kemunculan stres tersebut. Sedangkan seseorang yang
selalu berusaha untuk melawan stres yang datang akan menimbulkan pengaruh yang
baik (positif) dari kemunculan stres tersebut.
Stres
yang dialami oleh seorang remaja memberikan pengaruh terhadap masing-masing
diri remaja tersebut. Berikut adalah contoh dari pengaruh stres terhadap
remaja, baik berupa pengaruh negatif maupun positif :
Ada
dua pelajar, yaitu pelajar A dan pelajar B. Mereka sama-sama mendapatkan nilai
ulangan di bawah rata-rata. Karena hal itu, kedua pelajar tersebut mengalami
stres. Akan tetapi dalam menanggapinya, antara keduanya mengalami perbedaan.
Pelajar A menanggapinya dengan tidak berangkat sekolah karena malu dengan
teman-temannya. Sedangkan pelajar B menanggapinya dengan belajar lebih
sungguh-sungguh agar ia dapat memperbaiki nilainya. Hal ini menunjukkan bahwa
stres memberikan pengaruh negatif kepada pelajar A, yaitu menjadikan pelajar
tersebut seorang pemalas dan takut menghadapi suatu kenyataan. Namun stres
memberikan pengaruh yang positif kepada pelajar B, yaitu menjadikan pelajar
tersebut rajin belajar dan berani menghadapi suatu masalah.
Dari
contoh tersebut dapat diambil suatu kesimpulan bahwa stres dapat memberikan
pengaruh negatif kepada remaja yang biasanya mudah menyerah ketika menghadapi
suatu masalah. Sedangkan stres dapat memberikan dampak/pengaruh positif kepada
remaja yang cenderung lebih berusaha keras ketika menghadapi suatu masalah.
D.
Cara Menghindari dan Mengatasi Stres
pada Remaja
Cara
untuk menghindari ataupun mengatasi stres pada remaja sama dengan orang dewasa
pada umumnya. Namun, haruslah disesuaikan dengan kondisi dari remaja tersebut. Berikut
adalah cara untuk menghindari dan mengatasi stres pada remaja secara umum:
- Jauhkan diri dari situasi-situasi yang
menekan.
Untuk
menghindari datangnya stres, hendaknya kita menjauhi suatu keadaan yang
menekan, seperti apabila kita merasa tertekan ketika harus mendapatkan nilai di
bawah rata-rata, maka kita harus berusaha keras agar tak mendapatkan nilai di
bawah rata-rata.
- Jangan mempermasalahkan hal-hal yang
sepele.
Ketika
seseorang seringkali membuat sesuatu hal yang sepele menjadi suatu masalah,
maka banyak kemungkinan orang tersebut akan sering mengalami stres. Sehingga
untuk menghindari kemungkinan datangnya stres, hendaknya tidak mempermasalahkan
suatu hal atau keadaan yang sepele. Biarkanlah hal atau kedaan tersebut berjalan
apa adanya.
- Kendalikan pikiran.
Mengendalikan
pikiran merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menghindari
ataupun mengatasi stres. Ketika seseorang mengalami stres, hendaknya ia
menganggap bahwa dirinya mampu melewati tekanan tersebut. Hal itu akan memicu
timbulnya semangat dalam diri untuk bangkit dari keadaan yang menekan.
- Kurangi stimulan penyebab stres.
Stres
biasanya merupakan efek samping dari kebanyakan kafein. Stimulator sistem saraf
pusat yang dipengaruhi kafein itu bertentangan dengan relaksasi tubuh dan
ketenangan pikiran yang akan memicu munculnya stres. Sehingga untuk menghindari
ataupun mengatasi munculnya stres, hendaknya kita harus mengurangi stimulan
penyabab stres yaitu berupa minuman atau apapun yang mengandung kafein dan
minuman bersoda.
- Cukup istirahat.
- Olahraga secara teratur
- Makanlah makanan yang sehat
- Luangkan waktu untuk melakukan
aktivitas yang menyenangkan.
Untuk
menghindari munculnya stres, hendaknya kita harus meluangkan waktu untuk
melakukan sesuatu yang menyenangkan, seperti membaca, menonton, mendengarkan
musik, ataupun berkumpul dengan teman-teman.
-----------------------------------------------------------------------------------------
semoga tulisan di atas dapat memberikan manfaat.:)