Sabtu, 22 Oktober 2011

Penyebab Timbulnya Stres pada Remaja


     Sedikit mengulas mengenai stress yang seringkali kita alami, sebagai manusia yang selalu berpikir, dalam hal ini lebih ditekankan pada remaja.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
A.  Stres
1.         Pengertian
Stres merupakan suatu kondisi atau keadaan tubuh yang terganggu karena tekanan psikologis yang dapat mempengaruhi keadaan fisik seseorang. Selain itu, stres dapat pula diartikan dengan suatu kekuatan yang memaksa seseorang untuk berubah, bertumbuh, berjuang, beradaptasi atau mendapatkan keuntungan. Kedua pernyataan tersebut merupakan  sebagian kecil dari sekian banyak definisi mengenai stres. Banyak para ahli mengemukakan tentang definisi stres, salah satunya adalah Dr. Hans Selye yang mengemukakan bahwa stres adalah respons umum terhadap adanya tuntutan pada tubuh. Selain Dr. Hans Selye, adapula Richard S Lazarus yang menyatakan stres sebagai kondisi yang dialami bila seseorang sadar bahwa dirinya dituntut untuk bertindak melebihi sumber daya personal dan sosial yang dimilikinya.
Biasanya stres dikaitkan dengan penyakit kejiwaan. Namun adakalanya stres dapat dikaitkan dengan penyakit fisik. Banyak buku-buku kedokteran menyatakan bahwa hampir 50-70 % penyakit fisik disebabkan oleh stres atau tekanan. Hal tersebut dapat terjadi akibat dari penyakit kejiwaan yang dapat menyerang fisik apabila daya tahan tubuh penderita dalam keadaan lemah.
Manusia haruslah menganggap bahwa stres adalah suatu tantangan dalam hidup yang memanglah harus dilalui. Tanpa adanya stres, manusia takkan hidup dengan normal. Dengan munculnya stres, manusia harus bergerak untuk melawan stres.
Siapapun dapat mengalami stres, baik orang dewasa, remaja, maupun anak-anak sekalipun. Orang dewasa dapat mengalami stres ketika ia mendapatkan suatu masalah atau perubahan hidup, baik bersifat positif maupun negatif yang dapat menekan jiwa dan pikirannya. Remaja dapat pula mengalami stres ketika ia dihadapkan dengan suatu keadaan dimana terjadi perbedaan antara apa yang ada di dalam dirinya, baik dalam hati ataupun pikirannya terhadap kenyataan yang terjadi dalam kehidupan yang baru dikenalnya. Selain remaja maupun orang dewasa, anak-anak pun dapat mengalami stres. Mereka dapat mengalami stres ketika berada dalam kondisi atau keadaan yang memaksanya harus melakukan sesuatu.
Berdasarkan berbagai pernyataan di atas, dapat disimpulkan bahwa pengertian stres adalah suatu bentuk respon dari dalam diri seseorang terhadap suatu keadaan yang menekan, baik jiwa maupun pikiran yang dapat dijadikan sebagai suatu kekuatan untuk berubah dan berjuang.
2.         Macam stres
Secara umum, stres diklasifikasikan menjadi 2 macam, yakni disstress (stres negatif) dan eustress (stres positif).
a.    Disstress (Stres negatif)
Disstres merupakan stres yang menciptakan pengaruh yang buruk atau negatif terhadap penderita stres. Contoh dari pengaruhnya adalah seseorang dapat merasakan suatu perasaan cemas, khawatir, menderita suatu penyakit fisik, atau hal negatif lainnya.
b.    Eustress (Stres positif)
Umumnya stres diketahui pasti bersifat negatif. Namun, setelah Dr. Hans Selye melakukan penelitian panjangnya, ia mengungkapkan bahwa ternyata stres pun ada yang bersifat positif. Eustress merupakan stres yang menciptakan pengaruh yang baik atau positif terhadap penderita stres. Hal ini berarti, sang penderita mampu mengalihkan stresnya ke hal-hal yang bermanfaat, contohnya stres tersebut dapat menjadikan seseorang berpikir atau bertindak kreatif, memiliki sikap kewaspadaan, memiliki pengalaman dapat menyelesaikan/menghadapi suatu masalah atau kondisi yang serupa, dan lain sebagainya.

B.  Sumber stres
Stres tak mungkin muncul begitu saja tanpa adanya penyebab. Hal-hal yang menjadi penyebab atau sumber dari munculnya stres disebut sebagai stressor. Banyak hal-hal yang ada di sekitar kita, bahkan yang ada dalam diri kita yang dapat menjadi sumber dari munculnya stres. Untuk lebih jelasnya, penulis memisahkan antara penyebab munculnya stres secara global dan penyebab munculnya stres pada remaja khususnya.
1.             Secara global
Yang menjadi sumber utama stres yaitu lingkungan, badan, dan pikiran. Faktor lingkungan dapat diperluas menjadi faktor lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Faktor lingkungan fisik yang dapat menjadi sumber stres, misalnya suhu, cahaya, polusi, udara, dan kepadatan. Contohnya adalah seseorang yang terbiasa tinggal di lingkungan pedesaan dengan udara yang bersih dan sedikit polusi harus merasakan tinggal dalam lingkungan perkotaan dengan udara yang tak lepas dari banyak polusi. Kemungkinan besarnya, orang tersebut akan mengalami stres diakibatkan lingkungan fisik yang tak biasa ditemuinya. Selain lingkungan fisik, adapula lingkungan sosial. Lingkungan sosial yang dapat menjadi sumber stres meliputi individual dan kelompok. Contoh sumber stres yang berupa individual adalah konflik peran dan tanggung jawab. Sedangkan contoh sumber stres yang berupa kelompok adalah hubungan dengan keluarga, teman, dll.
Sumber stres lainnya adalah badan. Faktor tersebut diartikan bahwa stres dapat muncul akibat adanya suatu tuntutan dalam tubuh untuk menyesuaikan diri dengan adanya perubahan dalam diri tersebut. Bentuk respon terhadap stres pada setiap orang berbeda-beda. Respon terhadap stres dimulai dan dikontrol oleh sistem saraf pusat (terdapat di otak dan sumsum tulang belakang) kemudian otak memberikan sinyal kepada kelenjar adrenal untuk mengeluarkan hormon adrenalin (ephinephrine dan norephinephrine) yang akan menimbulkan reaksi menyerah dan berjuang untuk menghadapi stres.
Selain faktor lingkungan dan badan, adapula faktor pikiran yang dapat menyebabkan stres. Seringkali orang menggunakan pikirannya untuk menafsirkan atau menganggap sesuatu bersifat negatif. Pikiran seperti inilah yang sering mengundang datangnya stres.
2.             Secara khusus pada remaja
Begitu mudah stres muncul pada diri seorang remaja. Remaja masih begitu labil sehingga hal inilah yang memicu munculnya stres pada diri remaja dengan mudah.
Penyebab munculnya stres pada remaja umumnya sama dengan penyebab munculnya stres secara global. Namun, lebih spesifiknya, sumber stres pada remaja seringkali disebabkan oleh faktor lingkungan sosial (individual dan kelompok), badan, maupun pikiran. Jarang ditemukan stres pada diri remaja disebabkan oleh faktor lingkungan fisik.
Faktor lingkungan sosial menjadi salah satu faktor penyebab munculnya stres pada remaja. Seperti yang telah dijelaskan pada sumber stres secara global, faktor lingkungan sosial dibedakan menjadi individual dan kelompok. Contoh dari faktor lingkungan sosial yang berupa individual adalah ketika seorang remaja dibebani sebuah tanggung jawab yang dirasa begitu sulit dilakukannya, maka tak jarang ia akan mengalami tekanan dalam dirinya yang juga disebut dengan stres. Sebenarnya masalah tersebut dikembalikan kepada individu masing-masing, tergantung bagaimana cara seseorang memandang masalah tersebut. Hal tersebut tidak akan menjadi sebuah tekanan apabila individu tersebut tidak memandangnya sebagai suatu tekanan. Begitulah maksud contoh penyebab stres pada remaja dari faktor individual.
Selain individual, ada pula perluasan faktor lingkungan sosial yang berupa kelompok. Contohnya dari faktor tersebut adalah seorang remaja yang harus menghadapi suatu masalah yang terjadi dalam hubungan keluarga, seperti terjadi perceraian di antara kedua orang tua remaja. Masalah tersebut dapat menimbulkan stres pada diri seorang remaja. Selain dalam hubungan keluarga, dapat pula terjadi dalam hubungan dengan kelompok lain, kelompok teman misalnya. Seorang remaja yang memiliki konflik dengan temannya juga dapat memicu munculnya stres.
Seperti yang telah disebutkan bahwa seorang remaja begitu mudah terkena stres. Penyebabnya adalah kondisi dari remaja itu sendiri yang masih labil. Dalam hal ini, seorang remaja mengalami fluktuasi hormon dan proses menuju kedewasaan. Usia remaja merupakan usia peralihan dari massa kanak-kanak menuju dewasa. Hal tersebut menyebabkan banyak sekali perubahan dalam diri remaja, khususnya emosi dari remaja tersebut.
Sikap-sikap atau emosi yang biasanya terdapat dalam diri seorang remaja antara lain merasa ingin menang sendiri (egois), menganggap bahwa dirinya adalah orang yang paling benar, mudah marah dan lain sebagainya. Sikap-sikap itulah yang dapat menjadikan stres mudah dialami oleh remaja dari segi emosional.

C.  Pengaruh Stres pada Remaja
Pengaruh dari seringnya mengalami stres akan berakibat buruk pada otak, ketidakseimbangan kimiawi. Stres juga akan berpengaruh pada kefokusan, memori, dan konsentrasi. Hal tersebut misalnya terjadi pada seorang pelajar yang seringkali mengalami stres, maka konsentrasinya akan terganggu khususnya dalam menerima pelajaran di sekolah. Ia takkan fokus pada pelajaran yang diberikan oleh gurunya sehingga hal itu akan mengganggu prestasinya di sekolah.
Selain itu, stres juga dapat berpengaruh terhadap pribadi seorang penderita stres, baik pengaruh negatif maupun positif. Bentuk pengaruh stres sebenarnya ditentukan oleh seseorang yang mengalami stres tersebut. Seseorang yang cenderung mudah menyerah dalam mengahadapi masalah akan menimbulkan pengaruh yang buruk (negatif) dari kemunculan stres tersebut. Sedangkan seseorang yang selalu berusaha untuk melawan stres yang datang akan menimbulkan pengaruh yang baik (positif) dari kemunculan stres tersebut.
Stres yang dialami oleh seorang remaja memberikan pengaruh terhadap masing-masing diri remaja tersebut. Berikut adalah contoh dari pengaruh stres terhadap remaja, baik berupa pengaruh negatif maupun positif :
Ada dua pelajar, yaitu pelajar A dan pelajar B. Mereka sama-sama mendapatkan nilai ulangan di bawah rata-rata. Karena hal itu, kedua pelajar tersebut mengalami stres. Akan tetapi dalam menanggapinya, antara keduanya mengalami perbedaan. Pelajar A menanggapinya dengan tidak berangkat sekolah karena malu dengan teman-temannya. Sedangkan pelajar B menanggapinya dengan belajar lebih sungguh-sungguh agar ia dapat memperbaiki nilainya. Hal ini menunjukkan bahwa stres memberikan pengaruh negatif kepada pelajar A, yaitu menjadikan pelajar tersebut seorang pemalas dan takut menghadapi suatu kenyataan. Namun stres memberikan pengaruh yang positif kepada pelajar B, yaitu menjadikan pelajar tersebut rajin belajar dan berani menghadapi suatu masalah.
Dari contoh tersebut dapat diambil suatu kesimpulan bahwa stres dapat memberikan pengaruh negatif kepada remaja yang biasanya mudah menyerah ketika menghadapi suatu masalah. Sedangkan stres dapat memberikan dampak/pengaruh positif kepada remaja yang cenderung lebih berusaha keras ketika menghadapi suatu masalah.

D.  Cara Menghindari dan Mengatasi Stres pada Remaja
Cara untuk menghindari ataupun mengatasi stres pada remaja sama dengan orang dewasa pada umumnya. Namun, haruslah disesuaikan dengan kondisi dari remaja tersebut. Berikut adalah cara untuk menghindari dan mengatasi stres pada remaja secara umum:
- Jauhkan diri dari situasi-situasi yang menekan.
Untuk menghindari datangnya stres, hendaknya kita menjauhi suatu keadaan yang menekan, seperti apabila kita merasa tertekan ketika harus mendapatkan nilai di bawah rata-rata, maka kita harus berusaha keras agar tak mendapatkan nilai di bawah rata-rata.
- Jangan mempermasalahkan hal-hal yang sepele.
Ketika seseorang seringkali membuat sesuatu hal yang sepele menjadi suatu masalah, maka banyak kemungkinan orang tersebut akan sering mengalami stres. Sehingga untuk menghindari kemungkinan datangnya stres, hendaknya tidak mempermasalahkan suatu hal atau keadaan yang sepele. Biarkanlah hal atau kedaan tersebut berjalan apa adanya.
- Kendalikan pikiran.
Mengendalikan pikiran merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menghindari ataupun mengatasi stres. Ketika seseorang mengalami stres, hendaknya ia menganggap bahwa dirinya mampu melewati tekanan tersebut. Hal itu akan memicu timbulnya semangat dalam diri untuk bangkit dari keadaan yang menekan.
- Kurangi stimulan penyebab stres.
Stres biasanya merupakan efek samping dari kebanyakan kafein. Stimulator sistem saraf pusat yang dipengaruhi kafein itu bertentangan dengan relaksasi tubuh dan ketenangan pikiran yang akan memicu munculnya stres. Sehingga untuk menghindari ataupun mengatasi munculnya stres, hendaknya kita harus mengurangi stimulan penyabab stres yaitu berupa minuman atau apapun yang mengandung kafein dan minuman bersoda.
- Cukup istirahat.
- Olahraga secara teratur
- Makanlah makanan yang sehat
- Luangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan.
Untuk menghindari munculnya stres, hendaknya kita harus meluangkan waktu untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan, seperti membaca, menonton, mendengarkan musik, ataupun berkumpul dengan teman-teman.
-----------------------------------------------------------------------------------------
semoga tulisan di atas dapat memberikan manfaat.:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar