Blog ini kujejali dengan segala macam tulisan yang memang merupakan karyaku. Sebenarnya tak hanya tentang aku, tentang apapun mungkin saja bisa ter-list dalam blog ini.
Sabtu, 11 Februari 2012
Jumat, 10 Februari 2012
Gema Inspirasi "ITB FAIR"
Pagi ini, kucoba torehkan di atas putih, momentum yang sempat terekam dalam otak ini.
Sabtu itu, 04 Februari 2012 di Sasana Budaya Ganesha ITB.
Tertulis Gema Inspirasi pada tiket yang telah kubayar dengan 35 ribu. Ya, acara itu memang bernama Gema Inspirasi. Terlihat jelas dari namanya, sudah pasti tujuanku mengikuti acara tersebut adalah harapan mendapatkan beribu gaungan inspirasi yang akan menjadi penggerak atau motorku untuk melangkah maju.
Banyak tokoh inspiratif yang hadir dalam acara talkshow itu, mulai dari Menteri Komunikasi dan Informasi RI, Bpk Tiffatul Sembiring, hingga penulis remaja kondang yang sudah pasti tak ada pemuda yang tak mengenalnya, dialah Raditya Dika.
Acara talkshow Gema Inspirasi ini merupakan salah satu rangkaian acara ITB Fair yang sudah pasti diadakan oleh mahasiswa-mahasiswa ITB. Dengan tema "Cipta Karya, Cinta Indonesia" diharapkan setelah diadakannya acara talkshow tersebut, bisa menggugah hati insan pemuda bangsa untuk mau dan berani berkarya untuk menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.
Dalam talkshow ini diangkat topik enterpreneurship. Ya, tak salah lagi enterpreneurship. Seyogyanya kita sebagai muda mudi bangsa ini dituntut untuk bisa menjadi seorang enterpreneur. Saya pun pernah mendengar bahwa bangsa yang besar, dialah bangsa yang mampu menjual, bukan bangsa pembeli yang kebanyakan warganya memiliki sifat konsumtif. Intinya sebagai generasi muda yang pasti nantinya akan menjadi seorang penerus dan penanggung kemajuan bangsa janganlah mau menjadi pesuruh atau orang yang selalu disuruh-suruh untuk diperintah melakukan ini dan itu.
Sebelum lebih jauh, dalam acara gema inspirasi ini kita diperkenalkan pada tiga jenis bentuk enterpreneurship, yaitu:
1. Technopreneur
Apa sih sebenernya technopreneur itu?
Nah, gampangnya, techno mempunyai maksud teknologi. Kalau dijadikan satu dengan preneur, akhirnya kata tersebut mempunyai maksud suatu usaha atau bisnis yang lebih menonjolkan dalam bidang teknologi. Di sini saya tidak akan mengungkapkan panjang lebar mengenai isi dari technopreneur dan bla bla nya, tapi saya hanya akan sedikit share tentang apa saja hal2 inti yang disampaikan oleh pakar2 technopreneur di dalamnya.
Dalam sesi ini ITB Fair mengundang beberapa pakar yang memang expert dalam bidang ini, beliau-beliau itu adalah ibu Martha Tilaar (siapa sih yg nggak kenal), Bpk Nurul Taufiqur Rohman (ahli metalurgi yg juga seorang enterpreneur kancah internasional), Kak Nadia Saib (alumni farmasi ITB yang berkutat dengan usaha sukses sabunnya).
Dari ketiga pembicara, dapat ditarik sebuah garis bahwa sebenarnya untuk terjun ke dalam suatu bidang yang ingin kita jalani, maka pilihlah sesuai apa yang kita sukai. Dengan kita mengerti dan mencintai apa yang akan kita kerjakan, hati pun akan ikhlas menjalaninya dan seberat serta sesulit apapun rintangan yang menghadang, maka akan mudah kita lalui. Namun ternyata, hanya bermodal suka dan cinta saja tidak cukup. Nampaknya mulai sejak dini kita harus terus berusaha untuk memperluas jaringan ataupun koneksi. Karena dengan networking, kita akan mudah dalam menyebarluaskan bisnis atau usaha apapun yang nantinya akan kita kelola. Selain itu, banyak bantuan pun yang takkan segan mengalir dari tiap relasi kita. Indahnya memang silaturrahmi itu.:)
2. Sociopreneur
Sesi kedua acara ini yaitu talkshow mengenai sociopreneur. Tak perlu dijelaskan lebih lanjut ya nampaknya apa itu sociopreneur, yang jelas usaha atau bisnisnya pasti berhubungan dengan bidang sosial. Adapula yang mengatakan kalau sociopreneur itu adalah socio develop yang mengangkat solusi enterpreneurship.
Nah, langsung saja beberapa tokohnya yaitu Bpk Bambang Ismawan (founder majalah TRUBUS), Bpk Teo Suprapto (saya menyebutnya pahlawan para petani), dan Habibie Afsyah (seorang remaja yang memang memiliki kekurangan secara fisik, tapi dia luar biasa dalam bidangnya sebagai seorang sociopreneur).
Dalam sesi ini yang menjadi fokus perhatian saya adalah jujur hanya pada Bpk. Teo saja. Namun, bukan berarti tokoh yang lain pada sesi ini kurang menarik, hanya saja gagasan-gagasan yang disampaikan oleh Bpk. Teo sungguh luar biasa menurut saya.
Awalnya beliau menyebarkan virus GILA kepada kami-kami para peserta talkshow. Eits tapi jangan terburu-buru. GILA disini menurut beliau adalah Gerakan Insan Lestarikan Alam. Luar biasa bukan sepenggal kalimat itu? Nah, beliau mengajak kita, generasi muda khususnya untuk mau peduli dengan lingkungan alam. Jangan mau kita diperbudak oleh apapun itu, sebut saja era teknologi untuk akhirnya mengabaikan alam. Seorang manusia yang berbuat hina kepada Tuhannya maka ia akan dikatakan pendosa. Seorang anak yang durhaka kepada ibu atau orang tuanya maka ia akan disebut pendosa. Lalu, kita sebut apa seorang manusia yang berbuat merusak kepada ibu pertiwinya, alam bumi, yang nanti akan mengandungnya? Luar biasa sekali paparan beliau mengenai hal tersebut. Beliau menyerukan bahwa takkan ada guna ataupun hasil jika dorongan dalam hati tidak ditindaklanjuti dengan perubahan sikap. Beliau pun meyakinkan kita akan 6 (enam) hal, yaitu IMPIAN. Sudah jelas sekali, untuk menjadi seorang manusia sukses haruslah kita mempunyai hal itu. IMAN. Mengimani Tuhan dan mimpi yang akan direalisasikan Tuhan adalah next key for success. IKHTIAR. Tindakan nyata yang hanya bukan sekadar omong belaka. IBADAH. Berdoa untuk perwujudan mimpi kita kepada Tuhan. IKHLAS. Tak ada pamrih ketika kita melakukan setiap pekerjaan, ikhlas hanya untuk mendapat ridho-Nya. Yang menjadi penutup kebahagiaan adalah IJABAH. Insya Allah impian, iman, ikhtiar, ibadah, serta ikhlas akan ditampakkan indahnya oleh Allah, yakni dengan ijabah. :)
3. Creativepreneur
Bisa dibilang sesi inilah yang paling ditunggu oleh peserta talkshow siang itu.
Diawali dengan penampilan stand up comedy Ernest yang sukses membuat gedung Sabuga bergetar (haha lebay) karena heboh tertawa dari peserta. Dilanjut dengan kemunculan tokoh-tokoh asik yang tetap dengan jiwa inspiratifnya. Ernest, Raditya Dika (novelist muda), Sujiwo Tedjo (seorang seniman dan budayawan yang nyentrik), Ridwan Kamil (arsitek muda profesional sekaligus dosen di ITB), dan Bachtiar Rahman (eksekutif produser film Laskar Pelangi) mengisi kursi-kursi yang berada di panggung depan.
Ernest dan Raditya Dika yang menjadi ikon pemuda kreatif dalam acara itu membeberkan setiap cerita tentang perjalanannya hingga menuju kesuksesan seperti sekarang ini. Banyak suka, lebih banyak lagi tentang kisah dukanya. (hehe) Kata yang pasti untuk mereka adalah inspiratif. Raditya Dika dengan passion menulisnya tak pantang menyerah dan terus berusaha untuk menunjukkan kepada dunia (alay (lagi)) bahwa ia mampu melakukan itu hingga menghasilkan sesuatu seperti sekarang ini. Contoh generasi muda yang mampu, tapi lebih tepatnya mau untuk berkarya dan bukan malah menjadi beban tanggungan bangsanya, dialah pemuda inspiratif itu.
Sujiwo Tedjo dengan misi keawetan dan kelestarian budayanya begitu menggebu-gebu dan bersemangat mengisi talkshow siang itu. Alumni ITB jurusan Teknik Sipil dan Matematika yang sekarang menjadi dosen di Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB (gak nyambung) itu selalu menekankan bahwa sudah sepantasnya generasi muda melestarikan warisan nenek moyang yakni budaya. Tambahan pesannya kepada para peserta bahwa kita harus memiliki modal nekat untuk bermimpi. Ia buktikan dengan dirinya sendiri bahwa ia beralih dari seorang sarjana teknik sipil menjadi seorang seniman. Luar biasa nekat. Haha. :D
Yang tetap terkenang dari pesan seorang Bachtiar Rahman adalah dalam melakukan segala apapun, just follow your heart. It's so simple. ;)
Nah kalau dari arsitek muda yang satu ini, Ridwan Kamil, menurutnya ada tiga kunci yang bisa mengantarkan seseorang ke arah kesuksesan, TALENT. Setiap orang pasti memiliki talent masing2 yang telah diberikan oleh Tuhan. TOLERANT. dan TECHNOLOGY.
Begitulah papar Ridwan Kamil, dan the last, satu kalimat darinya,
Siapa yang berinovasi, dialah yang memimpin.
-------------------------------------------------------------------
Berakhirlah sudah acara luar biasa itu. Semoga kata-kata yang sudah disampaikan oleh tokoh2 inspiratif itu dapat memberikan dorongan dan menjadi penggerak untuk menuju kesuksesan, tidak hanya untuk sekarang, tapi untuk saat-saat nanti dan di saat kita melangkah.
prok prok prok prok
Sabtu itu, 04 Februari 2012 di Sasana Budaya Ganesha ITB.
Tertulis Gema Inspirasi pada tiket yang telah kubayar dengan 35 ribu. Ya, acara itu memang bernama Gema Inspirasi. Terlihat jelas dari namanya, sudah pasti tujuanku mengikuti acara tersebut adalah harapan mendapatkan beribu gaungan inspirasi yang akan menjadi penggerak atau motorku untuk melangkah maju.
Banyak tokoh inspiratif yang hadir dalam acara talkshow itu, mulai dari Menteri Komunikasi dan Informasi RI, Bpk Tiffatul Sembiring, hingga penulis remaja kondang yang sudah pasti tak ada pemuda yang tak mengenalnya, dialah Raditya Dika.
Acara talkshow Gema Inspirasi ini merupakan salah satu rangkaian acara ITB Fair yang sudah pasti diadakan oleh mahasiswa-mahasiswa ITB. Dengan tema "Cipta Karya, Cinta Indonesia" diharapkan setelah diadakannya acara talkshow tersebut, bisa menggugah hati insan pemuda bangsa untuk mau dan berani berkarya untuk menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.
Dalam talkshow ini diangkat topik enterpreneurship. Ya, tak salah lagi enterpreneurship. Seyogyanya kita sebagai muda mudi bangsa ini dituntut untuk bisa menjadi seorang enterpreneur. Saya pun pernah mendengar bahwa bangsa yang besar, dialah bangsa yang mampu menjual, bukan bangsa pembeli yang kebanyakan warganya memiliki sifat konsumtif. Intinya sebagai generasi muda yang pasti nantinya akan menjadi seorang penerus dan penanggung kemajuan bangsa janganlah mau menjadi pesuruh atau orang yang selalu disuruh-suruh untuk diperintah melakukan ini dan itu.
Sebelum lebih jauh, dalam acara gema inspirasi ini kita diperkenalkan pada tiga jenis bentuk enterpreneurship, yaitu:
1. Technopreneur
Apa sih sebenernya technopreneur itu?
Nah, gampangnya, techno mempunyai maksud teknologi. Kalau dijadikan satu dengan preneur, akhirnya kata tersebut mempunyai maksud suatu usaha atau bisnis yang lebih menonjolkan dalam bidang teknologi. Di sini saya tidak akan mengungkapkan panjang lebar mengenai isi dari technopreneur dan bla bla nya, tapi saya hanya akan sedikit share tentang apa saja hal2 inti yang disampaikan oleh pakar2 technopreneur di dalamnya.
Dalam sesi ini ITB Fair mengundang beberapa pakar yang memang expert dalam bidang ini, beliau-beliau itu adalah ibu Martha Tilaar (siapa sih yg nggak kenal), Bpk Nurul Taufiqur Rohman (ahli metalurgi yg juga seorang enterpreneur kancah internasional), Kak Nadia Saib (alumni farmasi ITB yang berkutat dengan usaha sukses sabunnya).
Dari ketiga pembicara, dapat ditarik sebuah garis bahwa sebenarnya untuk terjun ke dalam suatu bidang yang ingin kita jalani, maka pilihlah sesuai apa yang kita sukai. Dengan kita mengerti dan mencintai apa yang akan kita kerjakan, hati pun akan ikhlas menjalaninya dan seberat serta sesulit apapun rintangan yang menghadang, maka akan mudah kita lalui. Namun ternyata, hanya bermodal suka dan cinta saja tidak cukup. Nampaknya mulai sejak dini kita harus terus berusaha untuk memperluas jaringan ataupun koneksi. Karena dengan networking, kita akan mudah dalam menyebarluaskan bisnis atau usaha apapun yang nantinya akan kita kelola. Selain itu, banyak bantuan pun yang takkan segan mengalir dari tiap relasi kita. Indahnya memang silaturrahmi itu.:)
2. Sociopreneur
Sesi kedua acara ini yaitu talkshow mengenai sociopreneur. Tak perlu dijelaskan lebih lanjut ya nampaknya apa itu sociopreneur, yang jelas usaha atau bisnisnya pasti berhubungan dengan bidang sosial. Adapula yang mengatakan kalau sociopreneur itu adalah socio develop yang mengangkat solusi enterpreneurship.
Nah, langsung saja beberapa tokohnya yaitu Bpk Bambang Ismawan (founder majalah TRUBUS), Bpk Teo Suprapto (saya menyebutnya pahlawan para petani), dan Habibie Afsyah (seorang remaja yang memang memiliki kekurangan secara fisik, tapi dia luar biasa dalam bidangnya sebagai seorang sociopreneur).
Dalam sesi ini yang menjadi fokus perhatian saya adalah jujur hanya pada Bpk. Teo saja. Namun, bukan berarti tokoh yang lain pada sesi ini kurang menarik, hanya saja gagasan-gagasan yang disampaikan oleh Bpk. Teo sungguh luar biasa menurut saya.
Awalnya beliau menyebarkan virus GILA kepada kami-kami para peserta talkshow. Eits tapi jangan terburu-buru. GILA disini menurut beliau adalah Gerakan Insan Lestarikan Alam. Luar biasa bukan sepenggal kalimat itu? Nah, beliau mengajak kita, generasi muda khususnya untuk mau peduli dengan lingkungan alam. Jangan mau kita diperbudak oleh apapun itu, sebut saja era teknologi untuk akhirnya mengabaikan alam. Seorang manusia yang berbuat hina kepada Tuhannya maka ia akan dikatakan pendosa. Seorang anak yang durhaka kepada ibu atau orang tuanya maka ia akan disebut pendosa. Lalu, kita sebut apa seorang manusia yang berbuat merusak kepada ibu pertiwinya, alam bumi, yang nanti akan mengandungnya? Luar biasa sekali paparan beliau mengenai hal tersebut. Beliau menyerukan bahwa takkan ada guna ataupun hasil jika dorongan dalam hati tidak ditindaklanjuti dengan perubahan sikap. Beliau pun meyakinkan kita akan 6 (enam) hal, yaitu IMPIAN. Sudah jelas sekali, untuk menjadi seorang manusia sukses haruslah kita mempunyai hal itu. IMAN. Mengimani Tuhan dan mimpi yang akan direalisasikan Tuhan adalah next key for success. IKHTIAR. Tindakan nyata yang hanya bukan sekadar omong belaka. IBADAH. Berdoa untuk perwujudan mimpi kita kepada Tuhan. IKHLAS. Tak ada pamrih ketika kita melakukan setiap pekerjaan, ikhlas hanya untuk mendapat ridho-Nya. Yang menjadi penutup kebahagiaan adalah IJABAH. Insya Allah impian, iman, ikhtiar, ibadah, serta ikhlas akan ditampakkan indahnya oleh Allah, yakni dengan ijabah. :)
3. Creativepreneur
Bisa dibilang sesi inilah yang paling ditunggu oleh peserta talkshow siang itu.
Diawali dengan penampilan stand up comedy Ernest yang sukses membuat gedung Sabuga bergetar (haha lebay) karena heboh tertawa dari peserta. Dilanjut dengan kemunculan tokoh-tokoh asik yang tetap dengan jiwa inspiratifnya. Ernest, Raditya Dika (novelist muda), Sujiwo Tedjo (seorang seniman dan budayawan yang nyentrik), Ridwan Kamil (arsitek muda profesional sekaligus dosen di ITB), dan Bachtiar Rahman (eksekutif produser film Laskar Pelangi) mengisi kursi-kursi yang berada di panggung depan.
Ernest dan Raditya Dika yang menjadi ikon pemuda kreatif dalam acara itu membeberkan setiap cerita tentang perjalanannya hingga menuju kesuksesan seperti sekarang ini. Banyak suka, lebih banyak lagi tentang kisah dukanya. (hehe) Kata yang pasti untuk mereka adalah inspiratif. Raditya Dika dengan passion menulisnya tak pantang menyerah dan terus berusaha untuk menunjukkan kepada dunia (alay (lagi)) bahwa ia mampu melakukan itu hingga menghasilkan sesuatu seperti sekarang ini. Contoh generasi muda yang mampu, tapi lebih tepatnya mau untuk berkarya dan bukan malah menjadi beban tanggungan bangsanya, dialah pemuda inspiratif itu.
Sujiwo Tedjo dengan misi keawetan dan kelestarian budayanya begitu menggebu-gebu dan bersemangat mengisi talkshow siang itu. Alumni ITB jurusan Teknik Sipil dan Matematika yang sekarang menjadi dosen di Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB (gak nyambung) itu selalu menekankan bahwa sudah sepantasnya generasi muda melestarikan warisan nenek moyang yakni budaya. Tambahan pesannya kepada para peserta bahwa kita harus memiliki modal nekat untuk bermimpi. Ia buktikan dengan dirinya sendiri bahwa ia beralih dari seorang sarjana teknik sipil menjadi seorang seniman. Luar biasa nekat. Haha. :D
Yang tetap terkenang dari pesan seorang Bachtiar Rahman adalah dalam melakukan segala apapun, just follow your heart. It's so simple. ;)
Nah kalau dari arsitek muda yang satu ini, Ridwan Kamil, menurutnya ada tiga kunci yang bisa mengantarkan seseorang ke arah kesuksesan, TALENT. Setiap orang pasti memiliki talent masing2 yang telah diberikan oleh Tuhan. TOLERANT. dan TECHNOLOGY.
Begitulah papar Ridwan Kamil, dan the last, satu kalimat darinya,
Siapa yang berinovasi, dialah yang memimpin.
-------------------------------------------------------------------
Berakhirlah sudah acara luar biasa itu. Semoga kata-kata yang sudah disampaikan oleh tokoh2 inspiratif itu dapat memberikan dorongan dan menjadi penggerak untuk menuju kesuksesan, tidak hanya untuk sekarang, tapi untuk saat-saat nanti dan di saat kita melangkah.
prok prok prok prok
Sabtu, 22 Oktober 2011
Penyebab Timbulnya Stres pada Remaja
Sedikit mengulas mengenai stress yang seringkali kita alami, sebagai manusia yang selalu berpikir, dalam hal ini lebih ditekankan pada remaja.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
A. Stres
1.
Pengertian
Stres merupakan suatu kondisi atau
keadaan tubuh yang terganggu karena tekanan psikologis yang dapat mempengaruhi
keadaan fisik seseorang. Selain itu, stres dapat pula diartikan dengan suatu
kekuatan yang memaksa seseorang untuk berubah, bertumbuh, berjuang, beradaptasi
atau mendapatkan keuntungan. Kedua pernyataan tersebut merupakan sebagian kecil dari sekian banyak definisi
mengenai stres. Banyak para ahli mengemukakan tentang definisi stres, salah
satunya adalah Dr. Hans Selye yang mengemukakan bahwa stres adalah respons umum
terhadap adanya tuntutan pada tubuh. Selain Dr. Hans Selye, adapula Richard S
Lazarus yang menyatakan stres sebagai kondisi yang dialami bila seseorang sadar
bahwa dirinya dituntut untuk bertindak melebihi sumber daya personal dan sosial
yang dimilikinya.
Biasanya stres dikaitkan dengan penyakit
kejiwaan. Namun adakalanya stres dapat dikaitkan dengan penyakit fisik. Banyak
buku-buku kedokteran menyatakan bahwa hampir 50-70 % penyakit fisik disebabkan
oleh stres atau tekanan. Hal tersebut dapat terjadi akibat dari penyakit
kejiwaan yang dapat menyerang fisik apabila daya tahan tubuh penderita dalam
keadaan lemah.
Manusia haruslah menganggap bahwa stres
adalah suatu tantangan dalam hidup yang memanglah harus dilalui. Tanpa adanya
stres, manusia takkan hidup dengan normal. Dengan munculnya stres, manusia
harus bergerak untuk melawan stres.
Siapapun dapat mengalami stres, baik
orang dewasa, remaja, maupun anak-anak sekalipun. Orang dewasa dapat mengalami
stres ketika ia mendapatkan suatu masalah atau perubahan hidup, baik bersifat
positif maupun negatif yang dapat menekan jiwa dan pikirannya. Remaja dapat
pula mengalami stres ketika ia dihadapkan dengan suatu keadaan dimana terjadi
perbedaan antara apa yang ada di dalam dirinya, baik dalam hati ataupun
pikirannya terhadap kenyataan yang terjadi dalam kehidupan yang baru
dikenalnya. Selain remaja maupun orang dewasa, anak-anak pun dapat mengalami
stres. Mereka dapat mengalami stres ketika berada dalam kondisi atau keadaan
yang memaksanya harus melakukan sesuatu.
Berdasarkan berbagai pernyataan di atas,
dapat disimpulkan bahwa pengertian stres adalah suatu bentuk respon dari dalam
diri seseorang terhadap suatu keadaan yang menekan, baik jiwa maupun pikiran
yang dapat dijadikan sebagai suatu kekuatan untuk berubah dan berjuang.
2.
Macam stres
Secara
umum, stres diklasifikasikan menjadi 2 macam, yakni disstress (stres negatif) dan eustress
(stres positif).
a.
Disstress
(Stres negatif)
Disstres
merupakan stres yang menciptakan pengaruh yang buruk atau negatif terhadap
penderita stres. Contoh dari pengaruhnya adalah seseorang dapat merasakan suatu
perasaan cemas, khawatir, menderita suatu penyakit fisik, atau hal negatif
lainnya.
b.
Eustress
(Stres positif)
Umumnya
stres diketahui pasti bersifat negatif. Namun, setelah Dr. Hans Selye melakukan
penelitian panjangnya, ia mengungkapkan bahwa ternyata stres pun ada yang
bersifat positif. Eustress merupakan
stres yang menciptakan pengaruh yang baik atau positif terhadap penderita
stres. Hal ini berarti, sang penderita mampu mengalihkan stresnya ke hal-hal
yang bermanfaat, contohnya stres tersebut dapat menjadikan seseorang berpikir
atau bertindak kreatif, memiliki sikap kewaspadaan, memiliki pengalaman dapat
menyelesaikan/menghadapi suatu masalah atau kondisi yang serupa, dan lain
sebagainya.
B.
Sumber stres
Stres
tak mungkin muncul begitu saja tanpa adanya penyebab. Hal-hal yang menjadi
penyebab atau sumber dari munculnya stres disebut sebagai stressor. Banyak hal-hal yang ada di sekitar kita, bahkan yang ada
dalam diri kita yang dapat menjadi sumber dari munculnya stres. Untuk lebih
jelasnya, penulis memisahkan antara penyebab munculnya stres secara global dan
penyebab munculnya stres pada remaja khususnya.
1.
Secara global
Yang
menjadi sumber utama stres yaitu lingkungan, badan, dan pikiran. Faktor
lingkungan dapat diperluas menjadi faktor lingkungan fisik dan lingkungan
sosial. Faktor lingkungan fisik yang dapat menjadi sumber stres, misalnya suhu,
cahaya, polusi, udara, dan kepadatan. Contohnya adalah seseorang yang terbiasa
tinggal di lingkungan pedesaan dengan udara yang bersih dan sedikit polusi
harus merasakan tinggal dalam lingkungan perkotaan dengan udara yang tak lepas
dari banyak polusi. Kemungkinan besarnya, orang tersebut akan mengalami stres
diakibatkan lingkungan fisik yang tak biasa ditemuinya. Selain lingkungan fisik,
adapula lingkungan sosial. Lingkungan sosial yang dapat menjadi sumber stres
meliputi individual dan kelompok. Contoh sumber stres yang berupa individual
adalah konflik peran dan tanggung jawab. Sedangkan contoh sumber stres yang
berupa kelompok adalah hubungan dengan keluarga, teman, dll.
Sumber
stres lainnya adalah badan. Faktor tersebut diartikan bahwa stres dapat muncul
akibat adanya suatu tuntutan dalam tubuh untuk menyesuaikan diri dengan adanya
perubahan dalam diri tersebut. Bentuk respon terhadap stres pada setiap orang
berbeda-beda. Respon terhadap stres dimulai dan dikontrol oleh sistem saraf
pusat (terdapat di otak dan sumsum tulang belakang) kemudian otak memberikan
sinyal kepada kelenjar adrenal untuk mengeluarkan hormon adrenalin (ephinephrine
dan norephinephrine) yang akan menimbulkan reaksi menyerah dan berjuang untuk
menghadapi stres.
Selain
faktor lingkungan dan badan, adapula faktor pikiran yang dapat menyebabkan
stres. Seringkali orang menggunakan pikirannya untuk menafsirkan atau menganggap
sesuatu bersifat negatif. Pikiran seperti inilah yang sering mengundang
datangnya stres.
2.
Secara khusus pada remaja
Begitu mudah stres muncul pada diri seorang remaja.
Remaja masih begitu labil sehingga hal inilah yang memicu munculnya stres pada
diri remaja dengan mudah.
Penyebab munculnya stres pada remaja umumnya sama
dengan penyebab munculnya stres secara global. Namun, lebih spesifiknya, sumber
stres pada remaja seringkali disebabkan oleh faktor lingkungan sosial
(individual dan kelompok), badan, maupun pikiran. Jarang ditemukan stres pada
diri remaja disebabkan oleh faktor lingkungan fisik.
Faktor lingkungan sosial menjadi salah satu faktor
penyebab munculnya stres pada remaja. Seperti yang telah dijelaskan pada sumber
stres secara global, faktor lingkungan sosial dibedakan menjadi individual dan
kelompok. Contoh dari faktor lingkungan sosial yang berupa individual adalah
ketika seorang remaja dibebani sebuah tanggung jawab yang dirasa begitu sulit
dilakukannya, maka tak jarang ia akan mengalami tekanan dalam dirinya yang juga
disebut dengan stres. Sebenarnya masalah tersebut dikembalikan kepada individu
masing-masing, tergantung bagaimana cara seseorang memandang masalah tersebut.
Hal tersebut tidak akan menjadi sebuah tekanan apabila individu tersebut tidak
memandangnya sebagai suatu tekanan. Begitulah maksud contoh penyebab stres pada
remaja dari faktor individual.
Selain
individual, ada pula perluasan faktor lingkungan sosial yang berupa kelompok.
Contohnya dari faktor tersebut adalah seorang remaja yang harus menghadapi
suatu masalah yang terjadi dalam hubungan keluarga, seperti terjadi perceraian
di antara kedua orang tua remaja. Masalah tersebut dapat menimbulkan stres pada
diri seorang remaja. Selain dalam hubungan keluarga, dapat pula terjadi dalam
hubungan dengan kelompok lain, kelompok teman misalnya. Seorang remaja yang
memiliki konflik dengan temannya juga dapat memicu munculnya stres.
Seperti
yang telah disebutkan bahwa seorang remaja begitu mudah terkena stres.
Penyebabnya adalah kondisi dari remaja itu sendiri yang masih labil. Dalam hal
ini, seorang remaja mengalami fluktuasi hormon dan proses menuju kedewasaan.
Usia remaja merupakan usia peralihan dari massa kanak-kanak menuju dewasa. Hal
tersebut menyebabkan banyak sekali perubahan dalam diri remaja, khususnya emosi
dari remaja tersebut.
Sikap-sikap
atau emosi yang biasanya terdapat dalam diri seorang remaja antara lain merasa
ingin menang sendiri (egois), menganggap bahwa dirinya adalah orang yang paling
benar, mudah marah dan lain sebagainya. Sikap-sikap itulah yang dapat
menjadikan stres mudah dialami oleh remaja dari segi emosional.
C.
Pengaruh Stres pada Remaja
Pengaruh
dari seringnya mengalami stres akan berakibat buruk pada otak,
ketidakseimbangan kimiawi. Stres juga akan berpengaruh pada kefokusan, memori,
dan konsentrasi. Hal tersebut misalnya terjadi pada seorang pelajar yang
seringkali mengalami stres, maka konsentrasinya akan terganggu khususnya dalam
menerima pelajaran di sekolah. Ia takkan fokus pada pelajaran yang diberikan
oleh gurunya sehingga hal itu akan mengganggu prestasinya di sekolah.
Selain
itu, stres juga dapat berpengaruh terhadap pribadi seorang penderita stres,
baik pengaruh negatif maupun positif. Bentuk pengaruh stres sebenarnya
ditentukan oleh seseorang yang mengalami stres tersebut. Seseorang yang
cenderung mudah menyerah dalam mengahadapi masalah akan menimbulkan pengaruh
yang buruk (negatif) dari kemunculan stres tersebut. Sedangkan seseorang yang
selalu berusaha untuk melawan stres yang datang akan menimbulkan pengaruh yang
baik (positif) dari kemunculan stres tersebut.
Stres
yang dialami oleh seorang remaja memberikan pengaruh terhadap masing-masing
diri remaja tersebut. Berikut adalah contoh dari pengaruh stres terhadap
remaja, baik berupa pengaruh negatif maupun positif :
Ada
dua pelajar, yaitu pelajar A dan pelajar B. Mereka sama-sama mendapatkan nilai
ulangan di bawah rata-rata. Karena hal itu, kedua pelajar tersebut mengalami
stres. Akan tetapi dalam menanggapinya, antara keduanya mengalami perbedaan.
Pelajar A menanggapinya dengan tidak berangkat sekolah karena malu dengan
teman-temannya. Sedangkan pelajar B menanggapinya dengan belajar lebih
sungguh-sungguh agar ia dapat memperbaiki nilainya. Hal ini menunjukkan bahwa
stres memberikan pengaruh negatif kepada pelajar A, yaitu menjadikan pelajar
tersebut seorang pemalas dan takut menghadapi suatu kenyataan. Namun stres
memberikan pengaruh yang positif kepada pelajar B, yaitu menjadikan pelajar
tersebut rajin belajar dan berani menghadapi suatu masalah.
Dari
contoh tersebut dapat diambil suatu kesimpulan bahwa stres dapat memberikan
pengaruh negatif kepada remaja yang biasanya mudah menyerah ketika menghadapi
suatu masalah. Sedangkan stres dapat memberikan dampak/pengaruh positif kepada
remaja yang cenderung lebih berusaha keras ketika menghadapi suatu masalah.
D.
Cara Menghindari dan Mengatasi Stres
pada Remaja
Cara
untuk menghindari ataupun mengatasi stres pada remaja sama dengan orang dewasa
pada umumnya. Namun, haruslah disesuaikan dengan kondisi dari remaja tersebut. Berikut
adalah cara untuk menghindari dan mengatasi stres pada remaja secara umum:
- Jauhkan diri dari situasi-situasi yang
menekan.
Untuk
menghindari datangnya stres, hendaknya kita menjauhi suatu keadaan yang
menekan, seperti apabila kita merasa tertekan ketika harus mendapatkan nilai di
bawah rata-rata, maka kita harus berusaha keras agar tak mendapatkan nilai di
bawah rata-rata.
- Jangan mempermasalahkan hal-hal yang
sepele.
Ketika
seseorang seringkali membuat sesuatu hal yang sepele menjadi suatu masalah,
maka banyak kemungkinan orang tersebut akan sering mengalami stres. Sehingga
untuk menghindari kemungkinan datangnya stres, hendaknya tidak mempermasalahkan
suatu hal atau keadaan yang sepele. Biarkanlah hal atau kedaan tersebut berjalan
apa adanya.
- Kendalikan pikiran.
Mengendalikan
pikiran merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menghindari
ataupun mengatasi stres. Ketika seseorang mengalami stres, hendaknya ia
menganggap bahwa dirinya mampu melewati tekanan tersebut. Hal itu akan memicu
timbulnya semangat dalam diri untuk bangkit dari keadaan yang menekan.
- Kurangi stimulan penyebab stres.
Stres
biasanya merupakan efek samping dari kebanyakan kafein. Stimulator sistem saraf
pusat yang dipengaruhi kafein itu bertentangan dengan relaksasi tubuh dan
ketenangan pikiran yang akan memicu munculnya stres. Sehingga untuk menghindari
ataupun mengatasi munculnya stres, hendaknya kita harus mengurangi stimulan
penyabab stres yaitu berupa minuman atau apapun yang mengandung kafein dan
minuman bersoda.
- Cukup istirahat.
- Olahraga secara teratur
- Makanlah makanan yang sehat
- Luangkan waktu untuk melakukan
aktivitas yang menyenangkan.
Untuk
menghindari munculnya stres, hendaknya kita harus meluangkan waktu untuk
melakukan sesuatu yang menyenangkan, seperti membaca, menonton, mendengarkan
musik, ataupun berkumpul dengan teman-teman.
-----------------------------------------------------------------------------------------
semoga tulisan di atas dapat memberikan manfaat.:)
-----------------------------------------------------------------------------------------
semoga tulisan di atas dapat memberikan manfaat.:)
Jumat, 07 Oktober 2011
7-Habits
Akan menjadi sesuatu
yang tak mudah ketika saya dituntut untuk bertransformasi menjadi diri saya
yang baru. Salah satu masa hidupku saat ini, suatu bentuk perubahan diri, yaitu
masa transisi dari seorang siswa menjadi sebuah nama besar yang memanggul tanggung
jawab besar pula, seorang mahasiswa. Masa ini bukanlah masa yang mudah dan enteng. Mulai dari mengubah pola pikir,
mengoreksi cara pandang, dan mungkin saja hingga membenahi kebiasaan, menjadi
pr dan tugas yang terbenam dalam otakku. Pola pikirku yang tak ada kata dewasa
sama sekali dalam kedudukannya haruslah kugeser tingkatannya sehingga menuju
pola pikir fase dewasa. Tak hanya sebatas pola pikir, sama halnya untuk menjadi
sebuah pribadi yang lebih agung, cara pandang haruslah ditata dan tentunya diatur
dengan tatanan yang rapi. Pembenahan kebiasaan pun akan memudahkan kita untuk
melangkah maju dan terus maju ke depan karena kebiasaan yang baik akan
membentuk suatu kepribadian yang baik pula, terutama dalam persiapan bagi
sebuah harapan bangsa, seorang mahasiswa.
Tak bisa dielakkan
bahwa mimpi dan angan masyarakat suatu negara digantungkan pada bangsa mudanya,
terutama para mahasiswanya. Hal itu memanglah masih mendiam dalam pikiranku,
sanggupkah aku nantinya menjadi suatu guna bagi bangsaku sendiri. Memanggul
angan dan cita yang besar milik bangsa, sulit tak terkira tentunya. Untuk
menempatkan diri sendiri pada suatu mimpi pun dibutuhkan suatu kerja keras
serta pengorbanan di setiap kaki melangkah, apalagi untuk menuju suatu mimpi
besar bangsa pasti dituntut agar kita dapat melakukan suatu kerja atau usaha
melebihi untuk kepentingan keberhasilan diri pribadi. Memang tak mudah, bahkan jelas
sangat sulit untuk menjalani setiap proses itu. Namun seluruh agen pendidikan
pasti berusaha untuk mempersiapkan segala hal itu, salah satunya adalah kampus
tercinta, Institut Teknologi Bandung.
Dalam rangkaian program
penerimaan mahasiswa baru Institut Teknologi Bandung tahun 2011 ini terdapat
program yang dinamakan “Pelatihan 7 Habits”. Kegiatan ini adalah tahun pertama
kali diselenggarakan di ITB dalam rangkaian program penerimaan mahasiswa baru.
Dalam hal ini, ITB bertujuan agar para mahasiswanya tak hanya cerdas dalam
akademiknya tetapi juga unggul dalam segala bentuk kepribadiannya dengan cara
mengasah kebiasaan-kebiasaan baik yang diajarkan dalam “Pelatihan 7 Habits”
ini. Inilah cerita saya setelah dua hari mengikuti kegiatan “Pelatihan 7
Habits”.
Pertama kali mendengar
bahwa pada tahun ini ITB akan mengadakan program “Pelatihan 7 Habits”, saya
sangat tertarik. Saya berpikir kegiatan tersebut pasti akan sangat bermanfaat,
khususnya bagi kami, para mahasiswa baru, yang belum mengerti apapun mengenai
pengalaman kehidupan kampus. Selama mengikuti kegiatan pelatihan, jujur saja
saya sempat mengalami kebosanan dalam menerima materi yang diberikan dari
fasilitator. Teori itu memang dengan sangat mudah dapat dihafalkan, mulai dari
“Be Proaktif, Begin with the End in Mind, Put the First Thing First, Thing
Win-win, Seek to Understood and then to be Understand, Sinergis, hingga
Sharpened the Saw”. Namun ternyata aplikasinya tak semudah bagi kita untuk
mengingat kata-katanya.
1.
Be Proaktif
Poin ini mengajarkan
kepada kita untuk dapat menerima suatu keadaan tanpa mengeluarkan suatu bentuk
keluhan apapun dan memberikan aksi atau tindakan positif terhadap keadaan
tersebut. Saya berpikir bahwa dalam hidup saya, saya harus selalu mengingat “be
proaktif” ini. Sifat saya yang cenderung suka mengeluh bahkan tak jarang
menyalahkan keadaan tertentu ketika terjadi suatu masalah, itu akan menjadi
suatu masalah baru yang nantinya saya yakin akan merugikan diri saya sendiri.
Menjadi seseorang yang sadar dan mengerti akan “be proaktif” memang tidak mudah
dalam prosesnya untuk menuju hal itu. Dibutuhkan adanya latihan dan kemauan
untuk membiasakan diri dalam menerapkan poin tersebut dalam kehidupan
sehari-hari. Dalam kegiatan kuliah baru-baru ini, saya merasa beberapa masalah
datang beruntun pada saya, salah satunya adalah masalah akademik, yang saya
pikir tak hanya saya yang mengalami masalah tersebut. Salah satu contoh
kasusnya adalah saya menerima nilai kuis dari salah satu mata kuliah dan baru
pertama kali itu saya mendapat nilai yang sangat menyedihkan, yakni 30. Nilai
itu memang menjadi tekanan batin yang sangat berat bagi saya. Namun, tidak pantas
rasanya apabila ilmu yang sudah saya dapatkan dalam pelatihan 7 habits ini
tidak saya aplikasikan. Memang awalnya saya kecewa tetapi saya merasa bahwa
kekecewaan itu tidak boleh berlarut-larut. Saya harus segera kembali ke dalam
diri saya dan secepat mungkin menemukan solusi yang tepat bagi masalah itu.
Yang ada dalam pikiran saya adalah mungkin ini memang bentuk awal dari perjalanan
saya yang justru memberikan peluang bagi saya untuk melakukan intropeksi diri
agar menuju hasil terbaik. Saya memang masih merasa tidak bisa memanage waktu dengan baik sehingga saya
dituntut agar bisa menjadi pengatur waktu yang baik. Tak hanya itu, saya pun
berpikir mungkin saja ada sedikit kekeliruan dalam belajar saya sehingga
solusinya adalah saya harus bisa segera menemukan metode belajar yang lebih
efektif dan efisien. Dengan “be proaktif”, saya yakin akan menjadi pribadi yang
lebih bijaksana dan saya akan terus melatih diri saya dengan membiasakan diri
untuk selalu menerapkan prinsip ini dalam menghadapi suatu masalah sehari-hari.
2.
Begin with the End in Mind
Tak cukup hanya menjadi
seorang yang proaktif saja. Habit
selanjutnya adalah kita harus
membiasakan diri untuk selalu memikirkan tujuan apa yang ingin kita capai. Agar
terbentuk suatu langkah yang yakin dan benar, mulanya kita diharuskan untuk
memiliki sebuah tujuan. Tak mungkin kita tahu akan melangkah kemana apabila
dalam hidup ini kita tidak memiliki tujuan apapun. Inti dari semua pernyataan
itu, mulailah semua langkah dalam kehidupan ini dengan memikirkan apa sebenarnya
tujuan akhir kita. Jadi, dengan otomatis langkah kita pun akan terarah dan
tertuju pada sebuah titik mimpi yang kita harapkan. Contoh kasus yang pernah
saya alami dalam hal ini adalah ketika saya gagal untuk mengikuti olimpiade
sains mewakili sekolah saya hanya di tingkat kabupaten/kota. Sangat menyesal
ketika saya harus melewatkan kesempatan yang seharusnya bisa saya dapatkan
untuk mengukir prestasi di SMA. Pada waktu itu diadakan seleksi olimpiade sains
tingkat sekolah dan sudah pasti saya semangat mengikuti kegiatan itu. Di akhir
cerita, saya sempat kaget, menyesal, dan cukup kecewa ketika tahu bahwa ternyata
saya tidak berhasil lolos seleksi itu. Saya merasa bahwa saat itu kesempatan
saya telah tertutup untuk bisa mengikuti suatu kompetisi mewakili SMAku. Namun
akhirnya saya menyadari suatu kekurangan yang menyebabkan saya kalah pada waktu
itu. Meskipun saya merasa ingin dan mau untuk lolos seleksi, sebenarnya saya
tidak memvisualisasikan tujuanku itu dalam benak dan pikiran saya. Hal itu
menyebabkan kekuatan pikiran saya tidak terlalu kuat sehingga akhirnya
terbentuklah langkah-langkah yang seharusnya tidak saya ambil. Keadaan itu
akhirnya menjadi pengalaman dan pelajaran dalam kehidupanku agar selalu menjadi
orang yang “begin with the end in mind”.
3.
Put the First Thing First
Satu kata mudah untuk
mewakili poin di atas adalah prioritas. Dalam hidup ini, kita harus memiliki sebuah
prioritas, apalagi ketika kita barada dalam suatu keadaan yang menuntut kita
untuk memilih. Prioritas adalah hal mana yang kita anggap lebih dulu penting
untuk dipenuhi atau dikerjakan, maka pilihlah hal itu. Sebagai seorang yang
aktif, mahasiswa haruslah bisa menentukan suatu prioritas karena tentu kita
akan dihadapkan pada keadaan-keadaan yang mengharuskan kita untuk menomor
duakan sesuatu. Dalam hal ini, kita harus bisa menganalisis kebutuhan kita
sendiri, pilihan mana yang kira-kira lebih penting bagi kita. Apabila kita
terbiasa menjalankan poin ini, maka saya yakin bahwa tak akan menjadi mustahil
kita menjadi pribadi yang lebih bijaksana dalam menentukan sikap dan pastinya
bertanggung jawab dalam setiap pilihan yang diambil.
4.
Thing Win-win
Setelah berkutat kepada
diri sendiri dalam tiga poin, yaitu be proaktif, begin with the end in mind,
dan put the first thing thing, akhirnya dalam poin ini kita akan melibatkan
orang lain untuk membentuk kebiasaan baik kita. Thing win-win mengajarkan kita
agar tidak hanya memikirkan kemenangan diri sendiri tetapi juga merangkul orang
lain untuk menang. Tentunya tidak ada kata egois agar prinsip ini dapat
berjalan. Di sini kita lebih banyak dituntut untuk mau peduli terhadap orang
lain. Namun bukan berarti ketika kita memberikan kemenangan untuk orang lain,
maka kita harus membiarkan diri kita kalah. Prinsip ini akan berlaku apabila
tak hanya saya ataupun orang lain yang menang tetapi saya dan orang lainlah
yang sama-sama menjadi seorang pemenang. Bagi saya, poin ini sangat sulit untuk
dibiasakan karena tak hanya saya harus mengatur diri sendiri tetapi saya pun
harus mau dan bisa membuat orang lain berbagi kemenangan dengan saya. Apabila
prinsip ini terbiasakan dalam kehidupan sehari-hari, saya yakin akan menjadi sosok
yang lebih peduli dan tidak egois.
5.
Seek to Understood and then to be
Understand
Jika kamu mau
didengarkan, maka dengarkan orang lain. Jika kamu mau dihormati, maka
hormatilah orang lain dan jika kamu mau dipahami, maka pahamilah orang lain.
Semua hal itu memanglah sebuah hukum alam, ketika kita melakukan suatu aksi,
maka timbullah suatu reaksi yang pastinya tergantung dari aksi kita. Prinsip
ini mengajarkan saya untuk mau berusaha melakukan sesuatu ketika saya
menginginkan sesuatu itu. Contoh kasus sederhananya adalah ketika saya
menginginkan kamarku bersih, maka saya harus mau membersihkannya. Prinsip ini
sebenarnya tak bisa kita lakukan untuk diri kita sendiri, melainkan pasti akan
melibatkan orang lain agar manfaat prinsip ini bisa kita dapatkan. “Pahamilah,
baru kemudian kamu dipahami”J
6.
Sinergis
Sebenarnya tak cukup
hanya pada lima prinsip di atas, masih ada prinsip “sinergis” yang mengharuskan
kita untuk mampu bersinergi atau bekerja sama dengan banyak orang untuk
melakukan sesuatu yang produktif. Sinergi ini tak hanya berhubungan dengan satu
orang saja tetapi banyak orang sehingga kita akan terbiasa dengan “team work”.
Dengan bekerja bersama tim, akan menghasilkan suatu pekerjaan yang lebih daripada
ketika kita melakukan pekerjaan itu sendirian. Jadi sebenarnya sinergi ini
sangat penting bagi kita untuk menghasilkan sesuatu yang lebih, baik secara
kualitas maupun kuantitasnya. Saya selalu berpikir bahwa kemampuan kita untuk
bersinergi dengan orang lain atau bekerja secara tim itu sangat dibutuhkan,
apalagi nantinya ketika kita harus terjun dalam dunia pekerjaan. Oleh karena
itu, saya ingin selalu mengasah kemampuan bersinergi saya agar saya tidak
merasa kesulitan ketika kita dituntut untuk menerapkan prinsip “team work”.
7.
Sharpened the Saw
Apabila kita sudah
menerapkan keenam habits itu, kita
tidak boleh berhenti sampai di situ saja. Pengembangan-pengembangan diri serta
pembaharuan harus selalu dilakukan untuk menjadi yang lebih baik. Tak ada
artinya keenam habits itu jika tidak selalu diasah agar menuju kebiasaan yang
mendekati sempurna, jadi prinsip “sharpened the saw” juga penting bagi
kelangsungan keberhasilan pembentukkan kepribadian ini.
Saya tahu, tidak cukup
hanya satu bulan untuk membiasakan diri dalam melaksanakan 7 habits tersebut. Sedikit
demi sedikit dan dengan pasti saya akan selalu berusaha menerapkan
prinsip-prinsip yang sudah saya dapatkan di pelatihan 7 habits. Saya mengakui
bahwa semua itu membutuhkan proses dan haruslah dengan kemauan dan tekad yang
kuat agar nantinya pelatihan ini dapat memberikan manfaat dalam kehidupan kita.
Apabila kebiasaan-kebiasaan baik tersebut sudah melekat dalam diri kita, sudah
pasti dan tentu 3 nilai inti ITB dapat dicapai dengan mudah, yaitu integritas,
prestasi, dan komitmen. Integritas akan dengan sendirinya muncul dalam diri
seorang mahasiswa ITB apabila kita sudah terbiasa dalam mengatasi diri sendiri,
orang lain, dan orang banyak. Karakter integritas itu tanpa disadari akan
menjadi milik kita. Tak hanya integritas, prestasi pun akan mudah dicapai
ketika segala penyokongnya, yaitu 7 habits itu sudah mampu ditaklukkan. Saya
berpikir, prestasi akan menjadi nilai yang paling mudah dicapai dalam hal ini.
Nilai inti selanjutnya adalah komitmen. Setelah menerapkan seluruh nilai 7 habits, sudah pasti kita bisa memanage diri sendiri, bahkan orang lain.
Jadi akan menjadi hal yang mudah bagi seorang mahasiswa untuk berkomitmen
apalagi komitmen dalam hal kemajuan tak hanya bagi dirinya sendiri, tapi orang
lain, hingga bangsa, bahkan almamater.
Manusia Tanpa Cela
Ibu,
Engkau adalah wanita yang dimuliakan Allah,
wanita yang ditakdirkan untuk banyak hal.
Engkau sungguh manusia tanpa cela, Ibu.
Hadirku sebagai alasan akan hadirmu.
Tawamu sebagai simbol akan kebahagiaanku.
Tangismu sebagai simbol akan kesedihanku.
Do'amu sebagai wujud kasih sayangmu padaku.
Ibu,
kau relakan tubuhmu menerima sakit demi kelahiranku ke dunia.
kau lupakan rasa takutmu akan kematian demi keselamatanku.
kau berikan banyak pengorbanan untuk kebahagiaanku.
Namun, apa yang kau dapatkan Ibu?
Hanya kenakalan-kenakalan yang selalu kuberikan kepadamu.
Tak pernah kuingat akan pengorbanan jiwa dan ragamu yang kau persembahkan untukku.
Tak pernah kuberikan kasih sayang ini sepenuhnya untukmu Ibu.
Namun, tak pernah kau berikan secuil pun kebencian padaku.
Hanya kesabaran yang menjadi modalmu untuk mendidikku.
Tak pernah kau pinta balas akan kasih sayangmu padaku.
Ibu,
Aku adalah anak yang berdosa.
Aku adalah anak yang cela.
Anak yang tak tahu akan terima kasih.
Ibu,
Sungguh takkan pernah bosan tuk pinta maaf darimu.
Agar aku dapat menggapai surga di telapak kakimu.
Langganan:
Postingan (Atom)
