Jumat, 10 Februari 2012

Gema Inspirasi "ITB FAIR"

Pagi ini, kucoba torehkan di atas putih, momentum yang sempat terekam dalam otak ini.
Sabtu itu, 04 Februari 2012 di Sasana Budaya Ganesha ITB.
Tertulis Gema Inspirasi pada tiket yang telah kubayar dengan 35 ribu. Ya, acara itu memang bernama Gema Inspirasi. Terlihat jelas dari namanya, sudah pasti tujuanku mengikuti acara tersebut adalah harapan mendapatkan beribu gaungan inspirasi yang akan menjadi penggerak atau motorku untuk melangkah maju.
Banyak tokoh inspiratif yang hadir dalam acara talkshow itu, mulai dari Menteri Komunikasi dan Informasi RI, Bpk Tiffatul Sembiring, hingga penulis remaja kondang yang sudah pasti tak ada pemuda yang tak mengenalnya, dialah Raditya Dika.
Acara talkshow Gema Inspirasi ini merupakan salah satu rangkaian acara ITB Fair yang sudah pasti diadakan oleh mahasiswa-mahasiswa ITB. Dengan tema "Cipta Karya, Cinta Indonesia" diharapkan setelah diadakannya acara talkshow tersebut, bisa menggugah hati insan pemuda bangsa untuk mau dan berani berkarya untuk menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.
Dalam talkshow ini diangkat topik enterpreneurship. Ya, tak salah lagi enterpreneurship. Seyogyanya kita sebagai muda mudi bangsa ini dituntut untuk bisa menjadi seorang enterpreneur. Saya pun pernah mendengar bahwa bangsa yang besar, dialah bangsa yang mampu menjual, bukan bangsa pembeli yang kebanyakan warganya memiliki sifat konsumtif. Intinya sebagai generasi muda yang pasti nantinya akan menjadi seorang penerus dan penanggung kemajuan bangsa janganlah mau menjadi pesuruh atau orang yang selalu disuruh-suruh untuk diperintah melakukan ini dan itu.
Sebelum lebih jauh, dalam acara gema inspirasi ini kita diperkenalkan pada tiga jenis bentuk enterpreneurship, yaitu:
1. Technopreneur
Apa sih sebenernya technopreneur itu?
Nah, gampangnya, techno mempunyai maksud teknologi. Kalau dijadikan satu dengan preneur, akhirnya kata tersebut mempunyai maksud suatu usaha atau bisnis yang lebih menonjolkan dalam bidang teknologi. Di sini saya tidak akan mengungkapkan panjang lebar mengenai isi dari technopreneur dan bla bla nya, tapi saya hanya akan sedikit share tentang apa saja hal2 inti yang disampaikan oleh pakar2 technopreneur di dalamnya.
Dalam sesi ini ITB Fair mengundang beberapa pakar yang memang expert dalam bidang ini, beliau-beliau itu adalah ibu Martha Tilaar (siapa sih yg nggak kenal), Bpk Nurul Taufiqur Rohman (ahli metalurgi yg juga seorang enterpreneur kancah internasional), Kak Nadia Saib (alumni farmasi ITB yang berkutat dengan usaha sukses sabunnya).
Dari ketiga pembicara, dapat ditarik sebuah garis bahwa sebenarnya untuk terjun ke dalam suatu bidang yang ingin kita jalani, maka pilihlah sesuai apa yang kita sukai. Dengan kita mengerti dan mencintai apa yang akan kita kerjakan, hati pun akan ikhlas menjalaninya dan seberat serta sesulit apapun rintangan yang menghadang, maka akan mudah kita lalui. Namun ternyata, hanya bermodal suka dan cinta saja tidak cukup. Nampaknya mulai sejak dini kita harus terus berusaha untuk memperluas jaringan ataupun koneksi. Karena dengan networking, kita akan mudah dalam menyebarluaskan bisnis atau usaha apapun yang nantinya akan kita kelola. Selain itu, banyak bantuan pun yang takkan segan mengalir dari tiap relasi kita. Indahnya memang silaturrahmi itu.:)
2. Sociopreneur
Sesi kedua acara ini yaitu talkshow mengenai sociopreneur. Tak perlu dijelaskan lebih lanjut ya nampaknya apa itu sociopreneur, yang jelas usaha atau bisnisnya pasti berhubungan dengan bidang sosial. Adapula yang mengatakan kalau sociopreneur itu adalah socio develop yang mengangkat solusi enterpreneurship.
Nah, langsung saja beberapa tokohnya yaitu Bpk Bambang Ismawan (founder majalah TRUBUS), Bpk Teo Suprapto (saya menyebutnya pahlawan para petani), dan Habibie Afsyah (seorang remaja yang memang memiliki kekurangan secara fisik, tapi dia luar biasa dalam bidangnya sebagai seorang sociopreneur).
Dalam sesi ini yang menjadi fokus perhatian saya adalah jujur hanya pada Bpk. Teo saja. Namun, bukan berarti tokoh yang lain pada sesi ini kurang menarik, hanya saja gagasan-gagasan yang disampaikan oleh Bpk. Teo sungguh luar biasa menurut saya.
Awalnya beliau menyebarkan virus GILA kepada kami-kami para peserta talkshow. Eits tapi jangan terburu-buru. GILA disini menurut beliau adalah Gerakan Insan Lestarikan Alam. Luar biasa bukan sepenggal kalimat itu? Nah, beliau mengajak kita, generasi muda khususnya untuk mau peduli dengan lingkungan alam. Jangan mau kita diperbudak oleh apapun itu, sebut saja era teknologi untuk akhirnya mengabaikan alam. Seorang manusia yang berbuat hina kepada Tuhannya maka ia akan dikatakan pendosa. Seorang anak yang durhaka kepada ibu atau orang tuanya maka ia akan disebut pendosa. Lalu, kita sebut apa seorang manusia yang berbuat merusak kepada ibu pertiwinya, alam bumi, yang nanti akan mengandungnya? Luar biasa sekali paparan beliau mengenai hal tersebut. Beliau menyerukan bahwa takkan ada guna ataupun hasil jika dorongan dalam hati tidak ditindaklanjuti dengan perubahan sikap. Beliau pun meyakinkan kita akan 6 (enam) hal, yaitu IMPIAN. Sudah jelas sekali, untuk menjadi seorang manusia sukses haruslah kita mempunyai hal itu. IMAN. Mengimani Tuhan dan mimpi yang akan direalisasikan Tuhan adalah next key for success. IKHTIAR. Tindakan nyata yang hanya bukan sekadar omong belaka. IBADAH. Berdoa untuk perwujudan mimpi kita kepada Tuhan. IKHLAS. Tak ada pamrih ketika kita melakukan setiap pekerjaan, ikhlas hanya untuk mendapat ridho-Nya. Yang menjadi penutup kebahagiaan adalah IJABAH. Insya Allah impian, iman, ikhtiar, ibadah, serta ikhlas akan ditampakkan indahnya oleh Allah, yakni dengan ijabah. :)
3. Creativepreneur
Bisa dibilang sesi inilah yang paling ditunggu oleh peserta talkshow siang itu.
Diawali dengan penampilan stand up comedy Ernest yang sukses membuat gedung Sabuga bergetar (haha lebay) karena heboh tertawa dari peserta. Dilanjut dengan kemunculan tokoh-tokoh asik yang tetap dengan jiwa inspiratifnya. Ernest, Raditya Dika (novelist muda), Sujiwo Tedjo (seorang seniman dan budayawan yang nyentrik), Ridwan Kamil (arsitek muda profesional sekaligus dosen di ITB), dan Bachtiar Rahman (eksekutif produser film Laskar Pelangi) mengisi kursi-kursi yang berada di panggung depan.
Ernest dan Raditya Dika yang menjadi ikon pemuda kreatif dalam acara itu membeberkan setiap cerita tentang perjalanannya hingga menuju kesuksesan seperti sekarang ini. Banyak suka, lebih banyak lagi tentang kisah dukanya. (hehe) Kata yang pasti untuk mereka adalah inspiratif. Raditya Dika dengan passion menulisnya tak pantang menyerah dan terus berusaha untuk menunjukkan kepada dunia (alay (lagi)) bahwa ia mampu melakukan itu hingga menghasilkan sesuatu seperti sekarang ini. Contoh generasi muda yang mampu, tapi lebih tepatnya mau untuk berkarya dan bukan malah menjadi beban tanggungan bangsanya, dialah pemuda inspiratif itu.
Sujiwo Tedjo dengan misi keawetan dan kelestarian budayanya begitu menggebu-gebu dan bersemangat mengisi talkshow siang itu. Alumni ITB jurusan Teknik Sipil dan Matematika yang sekarang menjadi dosen di Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB (gak nyambung) itu selalu menekankan bahwa sudah sepantasnya generasi muda melestarikan warisan nenek moyang yakni budaya. Tambahan pesannya kepada para peserta bahwa kita harus memiliki modal nekat untuk bermimpi. Ia buktikan dengan dirinya sendiri bahwa ia beralih dari seorang sarjana teknik sipil menjadi seorang seniman. Luar biasa nekat. Haha. :D
Yang tetap terkenang dari pesan seorang Bachtiar Rahman adalah dalam melakukan segala apapun, just follow your heart. It's so simple. ;)
Nah kalau dari arsitek muda yang satu ini, Ridwan Kamil, menurutnya ada tiga kunci yang bisa mengantarkan seseorang ke arah kesuksesan, TALENT. Setiap orang pasti memiliki talent masing2 yang telah diberikan oleh Tuhan. TOLERANT. dan TECHNOLOGY.
Begitulah papar Ridwan Kamil, dan the last, satu kalimat darinya,
Siapa yang berinovasi, dialah yang memimpin.
-------------------------------------------------------------------
Berakhirlah sudah acara luar biasa itu. Semoga kata-kata yang sudah disampaikan oleh tokoh2 inspiratif itu dapat memberikan dorongan dan menjadi penggerak untuk menuju kesuksesan, tidak hanya untuk sekarang, tapi untuk saat-saat nanti dan di saat kita melangkah.
prok prok prok prok

2 komentar:

  1. g ada salahnya kan bee ngasih tugas,, hehe :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha, iyaa..
      mksh sayang. :)
      dibaca gak tuh?
      ada yg salah tapi mau diedit blm bisa.
      ayo bee bikin blog. :D

      Hapus